Senin, 11 November 2013

KINI KU MENGERTI



Dahulu, bibir ini seakan kelu bahkan cuma utk sekedar mengucap kata sayang untukmu..
Tubuh ini seakan kaku untuk memeluk dan dipeluk olehmu..
Hati ini seakan membeku untuk menerima petuah-petuahmu..
Bahkan mata hatipun telah terhijab untuk merasakan betapa tulus dan dalamnya cinta kasihmu..

Namun, semua rasa yang dahulu selalu terabaikan olehku sirna seketika..
Disaat kupilih pergi untuk menuntut ilmu dan menjauh darimu, kusaksikan air matamu jatuh membasahi hatiku..
Ada rasa yang tertahan yang tak kau ungkapkan..
Engkau seakan tak ingin melepasku pergi, tak ingin ku jauh darimu..
Hatiku bergetar, jantungku terhujam, tak ada satu katapun yang mampu terucap..
Ya Allah, begitu bodohnya aku yang tak bisa merasakan betapa mulianya hati orang tuaku..

Begitu banyak hal yang telah kau berikan untukku..
Disaat kumenangis, engkaulah yang menghapus air mataku..
Disaat ku jatuh terpuruk, engkaulah yang selalu siap menopangku..
Panasnya matahari yang membakar tubuhmu tak kau hiraukan..
Derasnya hujan yang membekukan tubuhmu tetap kau abaikan..
Kau terus melangkah meski dengan tertatih dan tubuh yang telah lelah..
Semua itu kau lakukan hanya untuk melihat senyum tersungging dibibir anak-anakmu..

Kini ku jauh dari sisimu..
Jauh dari pandanganmu, pelukanmu, dan kata-kata nasihatmu..
Kata-kata yang dulu kuabaikan kini kurindukan..
Pelukan hangat darimu yang dulu gengsi tuk ku terima, kini sangat ku inginkan..
Dan ku merindukan semua hal tentangmu..

Pah.. Mah..
Hari ini kan kukatakan segala isi hatiku yang selama ini terbelenggu oleh egoku..
 Kan kuluapkan bahagia dan banggaku memilikimu...
 Kan kutumpahkan air mata rindu dalam dekapan hangat dan pangkuanmu..
 Kan ku curahkan rasa cinta, sayang, dan hormatku untukmu..

Andai kau dapat mendengarku..
Kuingin katakan bahwa aku merindukanmu, aku menyayangimu, dan terima kasih telah menjadi orang tua yang terbaik untukku…
Meski aku belum bisa jadi anak yang baik untukmu..
Rasa rindu padamu selalu menyiksa relung jiwa ditiap tarikan nafasku..

Pah.. Mah..
Ku berjanji kelak ku kan kembali dengan membawa sejuta senyuman untukmu..
Agar kau tahu ku disini berjuang tuk mengukir senyum indah itu diwajahmu, dan mengganti semua keringat hasil jerih payahmu..
Meski ku tahu tak akan mampu kugantikan semua hal yang telah kau berikan untukku.. 

Miss U My Parents_     


FNA

Sabtu, 12 Oktober 2013

Goresan Senja


Mentari senja mulai bersembunyi untuk kemudian berganti peran dengan bulan dan bintang2 menghiasi indahnya langit malam.

Pesona alam inilah yang selalu ku nanti dikala penghujung senja telah tiba, yang ku nikmati sambil merebahkan diri beralaskan genteng dan beratapkan langit.

Menatap gemerlapnya milyaran bintang yang cahayanya mampu menyentuh dan meresap lembut di setiap sanubari insan yang memandang adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku.

Ku coba merangkai beberapa gugusan bintang menjadi sketsa wajahmu! Tersenyum ku memandang tenang wajah dan lembut senyummu. Ku tutup kedua mataku mencoba merasakan kau hadir disampingku untuk sejenak bisa merasakan putih cinta yang telah lama terpendam di dasar terdalam hatiku.

Namun, hembusan angin sepoi2 tiba berbisik padaku “Itu Takkan mungkin terjadi”!! seketika semua lamunan dan anganku buyar dalam sekejap.

Ya, memang tak mungkin! Takkan mungkin putih cinta bisa timbul ke atas dasar jika tak ada putih cinta lain yang mau menariknya!

Hingga detik ini pun aku masih belum bisa mengerti mengapa harus ku miliki cinta ditengah2 persahabatan kita?
Semoga sang waktu punya jawabannya!

Ku hanya berharap semoga suatu saat nanti gugusan bintang yang membentuk sketsa wajahmu itu bukan menjadi lamunanku belaka, tapi menjadi sebuah realita yang mampu menjawab semua teka-teki anganku!!

FNA

Jumat, 30 Agustus 2013

DAN LAGI...


Disaat ombak kekecewaan menghempaskanku ke tengah lautan air mata,
Kau ulurkan tangan untuk membawaku ke dermaga cintamu..
Kau basuh lukaku dengan kasihmu..

Kau berikan pundakmu sebagai sandaran beban hati yang ku pendam..
Kau ukir kembali senyum yang telah lama hilang dari wajahku..
Kau berikan warna baru ditengah hitam putih hidup yang ku jalani..

Luka hati yang menganga perlahan mulai kembali utuh..
Kau hidupkan kembali cinta yang hampir ku bunuh mati..
Kau tumbuhkan lagi harapan yang nyaris hilang tak berbekas..

Aku seakan terlahir kembali..

Namun kini jejakmu hilang tak berbekas..
Entah kemana dan dimana dirimu berada..
Kau bawa lari cinta yang baru saja kau nyalakan..

Tuhan, jangan hadirkan cinta dalam hatiku jika hanya menoreh luka bertancap duri!!!


FNA