Mentari senja mulai bersembunyi untuk kemudian berganti peran dengan bulan dan bintang2 menghiasi indahnya langit malam.
Pesona alam inilah yang selalu ku nanti dikala penghujung senja telah tiba, yang ku nikmati sambil merebahkan diri beralaskan genteng dan beratapkan langit.
Menatap gemerlapnya milyaran bintang yang cahayanya mampu menyentuh dan meresap lembut di setiap sanubari insan yang memandang adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku.
Ku coba merangkai beberapa gugusan bintang menjadi sketsa wajahmu! Tersenyum ku memandang tenang wajah dan lembut senyummu. Ku tutup kedua mataku mencoba merasakan kau hadir disampingku untuk sejenak bisa merasakan putih cinta yang telah lama terpendam di dasar terdalam hatiku.
Namun, hembusan angin sepoi2 tiba berbisik padaku “Itu Takkan mungkin terjadi”!! seketika semua lamunan dan anganku buyar dalam sekejap.
Ya, memang tak mungkin! Takkan mungkin putih cinta bisa timbul ke atas dasar jika tak ada putih cinta lain yang mau menariknya!
Hingga detik ini pun aku masih belum bisa mengerti mengapa harus ku miliki cinta ditengah2 persahabatan kita?
Semoga sang waktu punya jawabannya!
Ku hanya berharap semoga suatu saat nanti gugusan bintang yang membentuk sketsa wajahmu itu bukan menjadi lamunanku belaka, tapi menjadi sebuah realita yang mampu menjawab semua teka-teki anganku!!
FNA